Dunia 2014

Berbayar mengucapkan kata-kata tanpa suara, yang menggurat udara dan merayapi dengungan sampai ke telinga Penjaga, yang dengan ketinggian ilmunya tentu mampu menguraikan getaran yang terbentuk gerakan mulut dan lidahku menjadi suara berbahasa Dunia 2014.
Sehabis mengirim pesan aku pun berkelebat dan melenting ke balik tembok. Siapapun mereka yang datang ini, selama datangnya dengan cara mengendap-endap, tidak berlebihan kiranya dicurigai sebagai tidak bermaksud baik.
Aku telah berpesan kepada Penjaga Langit agar diteruskannya saja memimpin upacara dan biarlah diriku menyambut kedatangan tamu-tamu yang tidak diundang ini. Aku memang tidak menunggu jawaban Penjaga Langit, karena siapapun yang mengerahkan banyak orang ke Perguruan Shaolin untuk maksud yang kurang berkenan bagi para bhiksu itu, tentu tidak akan begitu bodohnya mengirim orang-orang berilmu rendah. Siapapun yang ingin mencapai keberhasilan dalam tujuannya mengerahkan orang-orang ini, setidaknya akan mengirim orang-orang dari rimba hijau, yang jika tidak setara tentu lebih tinggi ilmunya dibanding para bhiksu Perguruan Shaolin ini.
Itulah yang membuatku tidak menunggu jawaban lagi dan segera melayang ke atas menembus kegelapan. Dunia 2014 Telah kusebutkan betapa tembok Perguruan Shaolin itu tinggi dan megah bagaikan benteng. Perguruan itu bagai menempel pada tebing gunung batu di belakangnya, menjadikannya sebagai pertahanan yang kuat menghadapi serbuan pasukan sebesar apapun. Namun cerita menjadi lain jika yang menyerbu bukanlah pasukan tentara, melainkan para penyusup yang sangat tinggi ilmu silatnya, mungkin orang-orang golongan hitam, bahkan bisa melibatkan beberapa pendekar yang berganti haluan, dan menjual jiwanya demi bayaran. Dengan mengerahkan orang-orang rimba hijau dan sungai telaga yang sangat tinggi ilmu silatnya di antara barisan para penyusup, penyerbuan malam ini menjadi sangat berbahaya, dan keadaan.
Adalah benar betapa tak kurang dari orang-orang Viet sendiri yang bekerja sebagai pegawai pemerintah Daerah Perlindungan An Nam, karena para petinggi yang berasal dari Negeri Atap Langit tentu tidak mengenal daerah yang diperintahnya sebaik orang Viet sendiri.
Maka dalam pertempuran yang sedang berkecamuk di hadapanku itu, kusaksikan orang Viet berhadapan dengan orang Viet, dan orang-orang Negeri Atap Langit berhadapan orang-orang tersingkir dari negeri-negeri seperti Khmer, Campa, Pagan, Siam, bahkan Malayu! Jika sudah berhadapan seperti itu, apakah masih mungkin memisahkan yang baik dari yang buruk, dan yang dianggap benar dari yang jahat?
Dalam kegelapan, senjata tajam menikam dan senjata tumpul menggebuk, dentang logam disusul percikan api berbintang, darah muncrat, tubuh ambruk, jerit membahana, kepala lepas dari tubuhnya, kuda meringkik, panah melesat, perisai tembus, cambuk meledak-ledak,Decoder TV Kabel Berbayar Piala Dunia 2014 batu-batu meluncur, dan di atas mereka yang mengadu jiwa para pendekar kedua belah pihak yang berilmu tinggi berkelebat dan melesat-lesat dalam pertarungan antara hidup dan mati.
Amrita dikurung oleh tujuh manusia berangasan yang masing-masing mengenakan senjata penggada, kapak, lembing, toya, cambuk, bandul, dan sepasang golok besar. Mereka adalah Tujuh Pemburu dari Gunung Wudang, yang busananya berupa kulit harimau, dan bukan pemburu binatang melainkan pemburu manusia dalam perjalanan di sekitar Gunung Wudang di Negeri Atap Langit. Mereka berhasil ditangkap hidup-hidup semuanya ketika sedang mabuk, dan di dalam penjara selalu membuat onar sehingga dibuang ke Daerah Perlindungan An Nam untuk menghadapi orang-orang Viet Decoder TV Kabel Berbayar Piala Dunia 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar