Lainlaman

Udah Bosen nih kopas saja lah. Demikianlah suara berdentang-dentang karena serangan dan tangkisan terdengar bergema dari lembah ke lembah dari jurang ke jurang menyelusuri setiap celah dan tentu akan terdengar oleh setiap telinga yang terpasang penuh kewaspadaan.
Apakah yang akan terjadi seandainya suara berdentang-dentang yang timbul Decoder TV Kabel Berbayar Piala Dunia 2014 karena aku pura-pura terdesak ini terdengar oleh telinga-telinga tajam siapa pun dari orang-orang yang seharusnya kuhindarkan? Sembari menjatuhkan diri dan diburu Sepasang
Elang Puncak Ketujuh yang karena terpancing telah semakin penasaran untuk menghabisiku, kuketahui betapa siapa pun yang telinganya tajam itu akan sangat mampu membaca pertarungan hanya dari suaranya, bahkan kadang dapat juga mengetahui siapa orangnya karena dapat mengenali jurusnya dari suara-suara benturan.
Adakah kiranya seseorang yang telah mendengar suara berdentang-dentang benturan pedang di tengah malam yang begitu pekat dalam kesenyapan? Adapun jika seseorang itu ternyata memang ada, siapakah kiranya ia yang di tengah malam penuh kesenyapan berjaga dan mendengarkan dengan tenang?
Tanpa terasa pertarungan kami telah terus menerus melayang turun, karena aku memang menjatuhkan diri untuk menjauhkan mereka dari lingkungan yang sungguh mereka akrabi, sehingga mampu membuat mereka berkelebat antara ada dan tiada disebabkan pengenalan luar biasa atas lingkungan. 
Kedua pedang mereka berputar seperti baling-baling yang masing-masingnya dapat kutangkis sehingga melentikkan bunga-bunga api meski pedang tak kelihatan dari angin pukulanku bukanlah baja maupun besi. Semakin ke bawah semakin banyak pohon dan semak menyeruak dari celah dinding karang. Kulihat juga air terjun besar menggerojok dengan dahsyat menjanjikan sungai besar di bawahnya.
Aku bersyukur Serigala Merah tidak bertanya-tanya lagi, karena sembari kami melenting ringan dari dahan ke dahan, untuk kemudian terbang melayang membentangkan tangan seperti burung elang, ia menunjukkan segala pemandangan yang memang sangat menggugah. Meskipun wilayah ini masih serupa dengan lautan kelabu gunung batu di seberang celah, memudarnya kabut dalam suasana pagi ketika matahari baru saja terbit, memperlihatkan pemandangan yang sungguh. 
Segalanya yang semula tertutup kabut maupun tak terlihat karena perhatian terpusatkan kepada segenap ancaman bahaya, kini menjadi terbuka. Dedaunan yang masih basah berkilat keemasan dan bergoyang-goyang dalam embusan angin pagi, sehingga cahaya yang mengertap sepanjang lembah diiringi bunyi desiran itu seperti memberikan pesan tertentu yang tidak terucapkan.
Di balik tabir cahaya pagi itulah kini dapat kusaksikan bagaimana marmot gunung bergegas lari ke liang bawah tanah, ketika elang emas menukik untuk memangsanya. Sarang elang memang selalu dibuat di puncak karang dan sulit didekati, dan mangsanya selalu saja marmot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar